KEBUTUHAN DIDALAM EKONOMI


KEBUTUHAN EKONOMI


URAIAN MATERI

Jika kita perhatikan semua kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya maka kegiatan ekonomi dikelompokkan menjadi:

I. Produksi

Yaitu semua tindakan manusia untuk menciptakan/membuat barang dan jasa atau tindakan manusia untuk menambah nilai barang. Untuk dapat melakukan produksi dengan baik dan lancar diperlukan faktor produksi Faktor produksi itu terdiri dari:
a.            Faktor alam
b.           Faktor tenaga kerja
c.            Faktor modal
d.          Faktor keahlian/pengusaha

Faktor alam dan tenaga kerja disebut faktor asli. Faktor modal dan keahlian disebut faktor turunan.
a.    Faktor alam meliputi :

  • Tanah dan segala kekayaan yang dikandungnya seperti biji besi, timah, tembaga, emas minyak bumi dan sebagainya. Tanah juga sebagai lahan pertanian, tempat mendirikan bangunan dan pabrik
  • bahkan tanah yang menjqdi bahan baqku bagi produksi genteng dan batu merah atau batu bata.
  • Air dan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya. Air sebagai pembangkit tenaga listrik yang disebut juga sebagai batu bara putih, untuk pengairan, untuk sarana angkutan, untuk bahan baku dan sebagai tempat pariwisata seperti air terjun, telaga berwarna dan sebagainya.
  • Udara/Iklim Udara sebagai sumber tenaga atau kekuatan untuk menggerakkan roda kincir angin, menentukan perubahan musim bagi petani dan nelayan
  • Flora Yaitu binatang atau hewan sebqagai sumber baqhan makanan yang berqizi, seperti penari gerobak, keahlian binatang seperti anjing pelacak, monyet pemetik kelapa burung pengantar surat, kuda balap dan sebagainya.

b. Faktor tenaga kerja meliputi
Dilihat dari kwalitasnya tenaga kerja dapat dibedakan menjadi:
  • Tenaga kerja terdidik (skilled labour) ialah tenaga kerja yang memerlukan pendidikan dalam waktu yang relatif lama ditambah dengan pengalaman dalam memprektekkan ilmunya. Contoh: dokter, pengacara, arsitek dan lainnya.
  • Tenaga kerja terlatih (trained labour) ialah tenaga yang diperoleh dengan menjalani latihan disertai dengan penglaman. Contoh: supir, montir, pelayan hotel, operator dan sebagainya
  • Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih (Unskill and untrained labour) ialah tenaga kerja yang dapat kerja tanpa pendidikan dan latihan, cukup asal ada kemauan. Contoh: pesuruh, tenaga kuli bangunan, pekerja di pelabuhan dan sebagainya

Dilihat dari sifatnya, tenaga kerja dapat dibedakan menjadi:
  • Tenaga kerja jasmani yaitu tenaga kerja yang mengaqndqalkan fisik dalqam melaksanakan kegiatan produksi, seperti kuli pelabuhan
  • Tenaga kerja rohani yaitu tenaga kerja yang menggunakan pikirannya dalam melaksanakan proses produksi seperti perancang mode, ahli gambar pengarang dan sebagainya


Dilihat dari fungsinya, tenaga kerja dibedakan menjadi:
  • Usaha sendiri yaitu tenaga kerja yang mengelola dan menikmati hasil usahanya, seperti pedagang kaki lima, pemilik toko bahkan pemilik perusahaan.
  • Tenaga kerja yang bekerja pada orang lain, yaitu tenaga kerja yang menetima balas jasa dari orang lain atas pekerjaannya, seperti karyawan, pegawai dan sebagainya

Dilihat dari proses produksi, tenaga kerja dibedakan menjadi:
  • Tenaga kerja langsung, yaitu tenaga kerja yang terjun langsung dalam proses produksi, seperti operator mesin, tenaga pemasaran dan sebagainya.
  • Tenaga kerja tidak langsung, yaitu tenaga kerja yang tidak terjun langsung dalam proses produksi, seperti bagian keuangan, administrasi dan sebagainya.

c. Faktor Modal

Secara sederhana modal diartikan sebagai setiap benda atau uang atau jasa yang digunakan untuk menghasilkan benda atau uang atau jasa selanjutnya. Menurut sifatnya, modal digolongkan menjadi:
  • Modal tetap yaitu alat produksi tahan lama dan akan habis secara berangsung angsur. Contoh: gedung, mesin dan lain-lain
  • Modal lancar yaitu modal yang hanya dipai satu kali Contoh: bahan mentah. Bahan baku dan bahan pembantu, uang, surat berharga dan sebagainya.
Menurut fungsinya modal terdiri dari:
  •  Modal pribadi yaitu modal yang dimiliki oleh oraqng perorangan dan modal tersebut berfungsi sebagai sumber penghasilan bagi pemiliknya. Contoh: pemilik uang yang meminjamkan uangnya untuk keperluan produksi dan ia menerima bunga sebagai balas jasa atas penggunaan uangnya itu.
  • Modal masyarakat yaitu modal yang diperluan untuk kelancaran produksi dan berguna bagi masyarakat banyak. Contoh: angkutan, jalan raya, jembatan dan lain lain

 Menurut bentuknya modal terdiri dari:
  • Modal nyata yaitu modal yang berupa barang-barang yang sangat penting untuk kelancaran produksi. Contoh: mesin, pabrik, kantor dan sebagainya.
  • Modal abstrak (tidak nyata) yaitu modal yang tidak berwujud tetapi hasilnya dapat dilihat atau dirasakan manfaatnya. Contoh: keahlian, hak cipta, izin usaha, goodwill, hak merk dan sebagainya.


Hilang atau rusaknya modal dapat terjadi karena sebab-sebab dari luar seperti:
  • Bencana alam, gempa, banjir dan sebagainya.
  •  Peraturan/kebijaksanaan pemerintah
Dan sebab sebab dari dalam seperti:
  • Salah urus/miss management
  •   Perawatan mesin-mesin yang ceroboh dan sebagainya

d.    Faktor keahlian/pengusaha

Faktor keahlian dapat diartikan sebagai tenaga ahli yang menyusun kerja sama antara faktor-faktor produksi alam, tenaga kerja dan modal dalam suatu badan usaha Faktor keahlian ini dapat digolongkan menjqadi tiga yaitu:
  • Managerial Skill yaitu tenaga ahli di bidang manajemen yang lebih dikenal dengan manager
  • Technological Skill yaitu tenaga ahli di bidang teknis dalam produksi
  • Organization Skill yaitu tenaga ahli di bidang pengaturan bentuk badan usaha yang akan dijalankan.
Fungsi manager adalah:
  • Sebagai pembuat rencana yang berkaitan dengan produksi atau lebih populer dengan istilah planning
  • Sebagai penyusun lembaga kerja dalam suatu badan usaha (Organizing).
  • Sebagai motivator bagi bawahan untuk bisa bekerjaq dengan semangat yang tinggi (actuating).
  • Sebagai pengawas jalannya produksi supaya berproduksi secara efisien dan ekonomis (controlling).

 I. Distribusi

Yaitu tindakan manusia untuk menyalurkan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen. Distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang makin penting sesuai dengan semakin jauhnya jarak antara produsen dengan konsumen dan semakin rumitnya
pemasaran barang dengan semakin tajamnya persaingan untuk barang yang sejenis

SISTIM DISTRIBUSI
Untuk mendistribusikan barang dari produsen kepada konsumen ada beberapa sistim sebagai berikut:



 Keterangan:
I.                 Distribusi secara langsung
II.             Distribusi dengan satu perantara yaitu pedagang pengecer
III.         Distribusi dengan dua perantara yaitu pedagang grosir dan pengecer
IV.       Distribusi dengan tiga perantara

Pedagang pengecer artinya yang melayani penjualan secara eceran. Pedagang grosir artinya pedagang yang membeli barang langsung kepada produsen dalam jumlah yang besar dan menjual dalam partai yang berarti tidak melayani penjualan secara eceran. Agen ialah perantara yang mendapat kepercayaan dari produsen untuk menolong menjualkan sejumlah barang dengan perjanjian akan menerima komisi.

II. KONSUMSI

Dalam ilmu ekonomi, konsumsi diartikan: setiap tindakan manusia untuk mengurangi atau menghabiskan funa/nilai suatu barang atau jasa. Mengurangi guna/nilai berlaku bagi barang-barang yang tidak habis satu kali pakai seperti mobil, sepatu, kantor, mesin dan sebagainya.

Seorang ahli ekonomi Jerman yaitu Engel menyatakan terdapat hubungan yang erat antara konsumsi dengan pendapatan yang diterima seseorang. Hubungan itu dirumuskan sebagai berikut:

“Semakin kecil pendapatan yang diterima seseorang, maka semakin besar bagian dari pendapatan itu digunakan untuk konsumsi. Sebaliknya semakin jumloqh pendapatan yang diterima seseorang hanya sebagian kecil saja dari pendapatan itu yang digunakan untuk konsumsi”.

J.M Keynes merumuskan hubungan antara pendapatan dan konsumsi seperti berikut ini:
Y=C+S
Di mana Y=pendapatan
C=konsumsi 
S=tabungan (saving) 

Jika kedua teori di atas kita ikuti dengan seksama maka kita akan mendapatkan kesimpulan baqhwa orang kaya akan cepat menjadi kaya (karena tabungannya tambah banyak), sedangkan orang miskin akan semakin cepat menjadi miskin (karena tidak punya tabungan bahkan punya hutang.


CARA MEMENUHI KEBUTUHAN

Manusia di dalam memenuhi kegutuhannya telah diteliti oleh seorang ahli ekonomi bernama Gossen. Untuk mengabadikan namanya dalam ilmu ekonomi maka teorinya disebut sebagai Hukum Gossen, yaitu:

“Jika pemuasan kebutuhan akan suatu benda dilakukan secara terus menerus maka kenikmatannya mula-mula tinggi dan setelah itu akan turun secara berangsur angsur sampai tingkat yang terndah bahkan mencapai titik nol” Pemenuhan kebutuhan tentu bukan hanya pqada suaqtu jenis benda tetapi pada berbagai jenda benda. Dalam pemuasan benda benda itu harus ada keseimbangan untuk mendapat kepuasan yang maksimal. Misalkan seorang pegawai menerima gaji sebulan Rp.500.000,- ia tidak akan menghabiskan dana itu untuk kebutuhan pangan saja sampai ia puas dengan makan enak dan bergizi tinggi sesuai ukuran emapat sehat lima sempurna, sehingga ia tidak memikirkan beli pakaian, biaya sekolah anak anaknya , biaya transport ke kantor dan keperluan lain lain

Oleh karena itu Gossen menyatakan teorinya yang disebut hukum gossen, yaitu: “Manusia berusaha memuaskan kebutuhannya yang beraneka ragam itu sampai tingkat intensitas kepuasan yang sama”.
Apabila orang yang kita bicarakan di atas pendapatannya Rp.500.000,- sebulan, mungkin akan diaturnya seperti berikut:


1. Kebutuhan pangan
Rp.
250.000,00
2. Transport
Rp.
60.000,00
3. Biaya sekolah anak-anak
Rp.
45.000,00
4. Perawatan/sewa rumah
Rp.
40.000,00
5. Beli pakaian
Rp.
35.000,00
6. Kesehatan
Rp.
30.000,00
7. Rekreasi
Rp.
25.000,00
8. Tabungan
Rp.
15.000,00
Jumlah
Rp.
500.000,00


sekian dari tulisan inim thank you...

Post a Comment

0 Comments