PENGERTIAN DAN PENJELASAN MUTU PELAYANAN


      Mutu adalah sebuah proses terstruktur untuk memperbaiki keluaran yang dihasilkan. Mutu didasarkan pada kebutuhan untuk memperbaiki kondisi kerja bagi setiap pegawai. Mutu juga merupakan kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi dan melebihi harapan pihak yang menginginkan.
      Aspek definisi relatif mengenai mutu adalah adanya kesesuaian dengan spesifikasi (definisi menurut produsen) dan memenuhi kebutuhan pelanggan (definisi mutu menurut pelanggan). Artinya, kualitas masih ada peluang untuk ditingkatkan sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan pelanggan.
      Sebagai konsep yang absolute, mutu atau kualitas dipahami sebagai dasar penilaian untuk kebaikan, kecantikan dan kebenaran yang memungkinkan standar tinggi dan tidak dapat diungguli. Dalam pemahaman seperti ini, produk-produk dianggap berkualitas bila produk tersebut dibuat dengan sempurna dan tidak menghemat biaya. Mutu atau quality sebagai konsep relative difahami sebagai sebuah atribut produk atau layanan, mutu atau quality dapat dinilai terus kelanjutannya. Mutu atau quality merupakan produk kontekstual; yaitu apa yang dianggap berkualitas saat ini kemungkinan bukan suatu yang dianggap berkualitas besok, sehingga mutu atau quality pada dasarnya subyektif dan dinamis.
      Definisi kualitas dalam konsep relatif memiliki dua aspek, yaitu dilihat dari sudut pandang produsen maka kualitas adalah mengukur berdasarkan spesifikasi yang ditetapkan dan dari sudut pelanggan maka kualitas untuk memenuhi tuntutan pelanggan.
      Kualitas juga memiliki banyak dimensi, yaitu pertama, karakteristik kinerja operasional pokok dari produk inti. Kedua, karakteristik tambahan. Ketiga, keandalan, yaitu kecil kemungkinan untuk rusak atau gagal pakai, keempat, kesesuaian dengan spesifikasi yang ditetapkan, kelima, daya tahan, yaitu berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan, keenam, keterlayanan yang meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan atau penanganan keluhan yang memuaskan, ketujuh, estetika, yaitu daya tarik produk terhadap panca indra, kedelapan, citra kualitas produk yang menyangkut antara lain tanggung jawab terhadap produk atau jasa yang diberikan.
      Manajemen dalam sekolah, dan juga dukungan kelas berfungsi mensinkronkan berbagai input tersebut atau mensinergikan semua komponen dalam interaksi (proses) belajar mengajar baik antara guru, siswa dan sarana pendukung di kelas maupun di luar kelas, baik konteks kurikuler maupun ekstra-kurikuler, di dalam lingkup substansi yang akademis maupun yang non-akademis dalam suasana yang mendukung proses pembelajaran.
      Secara etimologis, kamus besar bahasa Indonesia menyatakan pelayanan ialah usaha melayani kebutuhan orang lain. Pelayanan juga dapat didefinisikan sebagai aktifitas seseorang, sekelompok dan/atau organisasi baik langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan. Monir (2003:16), mengatakan bahwa pelayanan adalah proses pemenuhan kebutuhan melalui aktifitas orang lain secara langsung.Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan yang dilayani, bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki.
Adapun karakteristik pelayanan sebagai berikut :
a.   Pelayanan bersifat tidak dapat diraba, pelayanan sangat berlawanan sifatnya dengan barang jadi.
b.   Pelayanan pada kenyataannya terdiri dari tindakan nyata dan merupakan pengaruh yang bersifat tindakan sosial.
c.     Kegiatan produksi dan konsumsi dalam pelayanan tidak dapat dipisahkan secara nyata, karena pada umumnya terjadi dalam waktu dan tempat yang bersamaan
      Karakteristik tersebut dapat menjadi dasar pemberian pelayanan   terbaik. Pengertian lebih luas disampaikan Daviddow dan Uttal  (Sutopo dan Suryanto, 2003:9) bahwa pelayanan merupakan usaha apa saja yang mempertinggi kepuasan pelanggan merupakan nilai utama dari kepuasaan itu sendiri, jadi bahwa pelayanan ini usaha untuk menarik bagi para warga.
a.       Standar Mutu Pelayanan
 Standar pelayanan merupakan ukuran yang telah ditentukan sebagai suatu pembakuan pelayanan yang baik. Standar pelayanan mengandung baku mutu pelayanan.
Standar Pelayanan Minimal (SPM) Penyelenggaraan Persekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan spesifikasi teknis sebagai patokan pelayanan minimal yang wajib dilakukan dalam menyelenggarakan kegiatan persekolah dibidang pendidikan agar penyelenggaraan kegiatan pelayanan persekolah kepada masyarakat dibidang pendidikan dapat mencapai hasil sesuai indikator yang ditentukan.

Post a Comment

0 Comments