PERKEMBANGAN TEORI EKONOMI MIKRO DAN MAKRO


PERKEMBANG TEORI EKONOMI MIKRO – MAKRO


 Perkembangan Teori Mikro dan Makro

Perkembangan Ilmu ekonomi modern di mulai saat Adam Smith ( 1723 – 1790 ) dengan bukunya yang terkenal denga Wealt of Nations ( 1976). Gejala – gejala ekonomi seperti kenaikan harga barang dan peningkatan pengangguran menunujukan adanya gangguan keseimbangan sistem ekonomi.

Adam Sminth sangat percaya bahwa mekanisme pasar akan menjadi alat alokasi sumber daya yang efesien, jika pemerintah tidak ikut campur dalam perekonomian. Kaum klasik seperti Jean Baptise, berpandangan perekonomian tidak akan timbul masalah kekurangan agregat, karena semua barang yang di hasilkan oleh perekomnomian akan di beli oleh masyarakat

Bahkan Leon Waltras berhasil menyusun model ekonomi keseimbangan pasar simultan yang menjadi dasar analisis keseimbangan umum ( general equilibrium model ). Efesiensi tidak mungkin tercapai tanpa da keseimbangan , begitu juga sebaliknya keseimbangan tidak mungkin tanpa efesiensi.
Ada dua asumsi penting dalam Teori Ekonomi Klasik :
1.   Proses penyesuaian lewat mekanisme pasar dapat tercapai pada saat itu juga, artinya antara pelaku ekonomi, pertukaran, individu yang terlibat tidak terbatasi oleh waktu dan tempat
2.  Fungsi uang semata-mata untuk alat transaksi

Revolusi Keynes : Lahirnya Teori Makroekonomi

Sebelum terjadi Depresi ekonomi tahun 1929-1933, ilmu ekonomi tidak mengenal perbedaan Mikro-Makro, perekonomian hanya fokus pada perlikaku individu dalam mencapai 

keseimbangan.Kemakmuran muncul karena makin tingginya produktivitas manusia, sedangkan produktivitas yang membaik mampu mendorong manusia melakukan spesilisasi.Dua pokok pikiran Keynes yang terkenal dalam bukunya The general theory of Employment, Interest and Money 1936 :Employment, Interest and Money 1936 :
1.   Kelemahan teori klasik adalah asumsi tentang pasar yang di anggap terlalu idealis dan hanya di tekankan pada sisi penawaran saja
2.  Memasukan peranan pemerintah dalam rangka menstimulir sisi permintaan


Fokus Pembahasan Ilmu ekonomi Makro

Dalam ilmu mikro ekonomi hanya fokus pada analisis individu seperti perusahaan atau produsen, tenaga kerja, dan konsumen dalam konteks yang lebih terbatas pada industri.
Sementara dalam ekonomi makro fokus pembahasan pada bagaimana perilaku para agen ekonomi dalam konteks    keseluruhan. Secara keseluruhan cabang ilmu ekonomi mempunyai tujuan yang sama apakah alokasi sumberdaya ekonomi sudah efesien atau belum .


Masalah Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga yang bersifat umum dan terus menerus. Dari sisi teori ekonomi, gejala inflasi menunjukan terjadinya kelebihan permintaan di tingkat makro hampir meliputi semua sektor industri mengalami kelebihan permintaan.


Masalah Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi bertumbuh atau pertumbuhan ekonomi adalah titik keseimbangan di mana jumlah permintaan terhadap barang dan jasa dalam satu perekonomian selama periode tertentu dengan jumlah penawaran produksi total barang dan jasa dalam satu perekonomian selama periode tertentu semakin baik di bandingkan tahun sebelumnya..


Masalah Pengangguran

Yang   di maksud dengan pengangguran  adalah angkatan   kerja atau   orang yang mencari kerja tetapi tidak mendapat pekerjaan yang di inginkan.

Sebagai contoh :
Angka pengangguran 10% per tahun, artinya dalam setahun 10 % angkatan kerja tidak memperoleh pekerjaan.
Secara teoritis angkatan kerja yang masih di tolerir dalam sebuah negara adalah antara 4% -5% dari jumlah angkatan kerja setiap tahun. Jika persentasi pengangguran lebih dari 5%, bisa mengganggu stabilitas kemanan dan sosial suatu negara.


Interaksi Dengan Dunia Internasional

Secara ekonomis, keuntungan atau kerugian sebagai dampak dari kerja sama ekonomi internasional terdeteksi melalui analisis neraca pembayaran atau nilai  tukar mata uang.



 Siklus Ekonomi

Keseimbangan atau agregate pertumbuhan ekonomi selalu naik turun  siklusnya, dan secara umum siklus ekonomi tersebut  secara  jangka pendek  antara 3–11 tahun, biasanya faktor penyebabnya oleh perubahan musim. Sedangkan Siklus ekonomi jangka panjang antara 30 – 70 tahun, disebabkan oleh perubahan tatanan sosial politik dan budaya.

 Peranan Pemerintah

Dalam makro ekonomi pembahasan pemerintah dalam perekonomian memiliki porsi ayng sangat besar. Khusus kajian dalam kaitan kebijakan fiskal dan kebijkan moneter.

Kebijakan moneter adalah kebijakan mengarahkan perekonomian makro ke arah kondisi yang lebih baik dengan cara mengubah jumlah uang yang beredar.

Kebijakan Fiskal adalah kebijakan mengarahkan perekonomian makro ke kondisi lebih baik dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah.


Aliran – aliran Pemikiran Dalam Teori Makroekonomi

Banyak teori – teori ekonomi makro, namun semuanya berakar pada teori klasik  dan teori Keynes, walau ada perbedaan di antara paham teori klasik dan Keynes namun sebatas hanya tentang pasar dan fungsi uang.

Sedangkan perdebatan antara penganut teori klasik dan teori Keynes ini menimbulkan sintesis atau teori baru yang lebih baik dan realistis.

 Aliran Klasik
Pandangan Aliran Teori Klasik tentang Pasar

Menurut aliran klasik para individu akan mencapai kesimbangan bila seluruh sumber daya habis di gunakan dalam rangka untuk mencapai target maksimal dengan biaya minimal.

Pasar merupakan alat alokasi sumber daya yang efesien, input dan outpu yang di perdagangkan masing – masing bersifat homogen.

Karena itu harga yang terbentuk merupakan interaksi antara kekuatan permintaan dan penawaran. Jika terjadi kelebihan permintaan atau penawaran, maka akan terjadi interaksi kembali permintaan dan penawaran sehingga terbentuk harga keseimbangan yang baru sehingga harga bergerak secara sangat fleksibel.

Pandangan Aliran Klasik tentang Uang

Bagi kaum kalisk uang tidak terlepas dari fungsi sebagai alat transaksi, sehingga uang tidak berpengaruh terhadap variabel riil ( out dan kesempatan kerja ).

Uang hanya mempengaruhi variabel moneter, misalnya harga barang.Dampak dari pandanga teori aliran klasik tentang uang adalah tidak di perlukannya peranan pemerintah dalam pengelolaan perekonomian, sebab fleksibilitasnya harga akan mendorong sumber daya yang efesiensi.


 Aliran Keynesian
Pandangan Keynesian tentang Pasar

Menurut aliran keynesian struktur pasar cenderung monopolistik, informasi tidak sempurna dan asimetris, yang menyebabkan harga input dan harga output naik akan sulit berubah turun kembali.


Pandangan Keynesian tentang Uang

Uang bukan hanya sekedar sebagai alat transaksi tetapi juga sebagai penyimpan nilai . Karena uang ini sebagai fungsi penyimpan maka bisa di gunakan untuk memperoleh keuntungan dengan tindakan spekulasi.


 Memahami Model Makroekonomi

A.   Model Klasik Versus Keynesian

Cara yang paling sederhana untuk melihat model perekonomian keynesian atau klasik adalah dengan melihat asusmi tentang pasar dan uang. Bila pasar di asumsi persaingan sempuran, campur tangan pemerintah kecil, dan uang hanya sebagai alat transaksi maka jelas bahwa perekonomian ini model klasik.

Sedangkan jika struktur pasar di asumsikan bukan persaingan sempurna, dan uang tidak hanya sebagai alat transaski tetapi juga  sebagai  penyimpan  untuk mem[eroleh keuntungan lewat spekulasi, dan campur tangan pemerintah maka model perekonomian ini adalah keynesian.

 Model Tiga Pasar

Model makroekonomi baik klasik maupun keynesian di bangun berdasarkan asumsi bahwa perekonomian terdiri dari tiga pasar.
1.  Pasar tenaga kerja
2.  Pasar barang dan jasa
3.  Pasar Uang.

Keseimbangan makro tercapai apabila baik   pasar ataupun secara individu maupun bersamaan mencapai keseimbangan.

Model Keseimbangan dan Ketidakseimbangan

Model   keseimbangan  adalah  model      yang analisisnya berlandaskan asusmi perekonomian akan senatiasa mencapai keseimbangan.

Sebaliknya model ketidak seimbangan adalah model yang analisisnya berdasarkan asumsi bahwa perekonomian tidak selalu berada dalam keseimbangan.


Model Statis, Statis Komparartif dan Dinamis

Model statis adalah model ekonomi makro yang mengabaikan dimensi waktu, analisis ekonomi keseimbangan atau ketidak seimbangan di lakukan pada keadaan tertentu.

Model    Statis komparatif adalah model ekonomi yang membandingkan kondisi keseimbangan dari satu kondisi ke kondisi yang lain.

Model Dinamis    adalah model ekonomi    yang analisisnya    mempertimbangkan perubahan dari waktu ke waktu.


Model ekonomi Tertutup dan Terbuka

Model ekonomi tertutup adalah ekonomi yang mengasumsikan bahwa perekonomian tidak melakukan transaksi dengan perekonomian lain atau tanpa negara lain.

Sedangak    ekonomi    terbuka    adalah    ekonomi    yang mengasumsikan    bahaw perekonomian melakukan transaksi dengan perekonimian negara lain.

Post a Comment

0 Comments