Ruang Lingkup Manajemen Keuangan Syari’ah


Ruang Lingkup Manajemen Keuangan Syari’ah
Manajemen keuangan syari’ah adalah sesuatu pengolahan untuk memperoleh hasil optimal yang bermuara pada keridaan Allah SWT. Oleh sebab itu, segala langkah yang diambil dalam menjalankan manajemen tersebut harus berdasarkan aturan-aturan Allah SWT. Aturan-aturan itu tertuang dalam Al-Qur’an dan Al-Hadis. Ruang lingkup manajemen keuangan syari’ah sesunggunya sangatlah luas, antara lain mencakup hal-hal berikut.

 
1. Manajemen keuangan syari’ah dari segi aktivitas
Ruang lingkup manajemen keuangan syari’ah dari segi aktivitasnya meliput :
a. Aktivitas peroleh dana
setiap upaya dalam memperoleh harta semestinnya memperhatikan cara-cara yang sesuai dengan syari’ah, seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, salam, istishna, ijarah, shraf, dan lain-lain.

b. Aktivitas perolehan Aktivitas
Dalam hal ini mengivestasikan uang juga harus memperhatikan prinsip-prinsip “uang sebagai alat tukar bukan sebagai komoditas yang diperdagangkan”, dapat dilakukan secara langsung atau melalui lembaga intermediasi seperti bank syari’ah dan reksadana syari’ah.

c. Aktivitas penggunaan dana
harta yang diperoleh digunakan untuk hal-hal yang tidak dilarang seperti membeli barang konsumtif dan sebagainya, digunakan untuk hal-hal yang dianjurkan, seperti infak, wakaf, sedekah. Digunakan untuk hal-hal yang diwajibkan seperti zakat.

2. Manajemen Keuangan Syari’ah dari Segi Lembaga
Manajemen keuangan syari’ah dari segi lembaganya, meliputi sebagai berikut.

a. Lembaga Keuangan Bank
Keuangan bank merupakan lembaga yang memberikan jasa keuangan yang lengkap, lembaga keuangan bank secara operasional dibina atau diawasi oleh bank indonesia sebagai bank sentral di indonesia. Adapun pembinaan dan pengawasan dari sisi pemenuhan prinsip-prinsip syari’ah yang di lakukan dewan syari’ah Nasioanal MUI. Lembaga keuangan bank terdiri dari atas berikut ini.

1) Bank umum syari’ah
Bank umum merupakan bank syari’ah yang didalamnya kegiatan merupakan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

2) Bank keuangan Non-bank
Bank pembiayaan syari’ah berfungsi sebagai pelaksana sebagai fungsi bank umum. Tetapi di tingkat regional dengan berlandasan prinsip-prinsip syari’ah. Pada sistem konversional dikenal dengan bank perkreditan rakyat. Bank pembiayaan rakyat syari’ah merupakan bank yang khusus melayani masyarakat kecil di kecamatan dan perdesaan.

b. Lembaga Keuangan Non-Bank
Lembaga keuangan non-bank merupakan lembaga keuangan yang lebih banyak jenisnya dari jenisnya dari lembaga keuangan bank. Pembinaan dan pengawasan dari sisi pemenuhan prinsip-prinsip syari’ah dilakukan oleh Dewan syari’ah Nasional MUI. Lembaga keuangan syariah non-bank antara lain sebagai berikut

1) Pasar Modal
Pasar modal merupakan tempat pertemuan dan merupakan transaksi antara pencari dana (emiten) dan para penanam modal (investor). Dalam pasar modal yang diperjualbelikan adalah efek-efek seperti saham dan obligasi, artinya jika diukur dari waktunya modal yang diperjual belikan adalah modal jangka panjang.

Pasar modal mecakup underwriter, broken, dealer, guarantor, trustee, custdia, jasa penunjangan. Pasar modal indonesia juga diramaikan dengan pasar modal syari’ah yang diresmikan pada tanggal 14 maret 2003 dengan berbagai aturan pelaksanaan yang secara operasional diawasi oleh Bapepam-LK, sedangkan pemenuhan prinsip syari’ahnya diatur oleh DSN-MUI.

Download modul:
Ruang lingkup manajemen syari'ah

Post a Comment

0 Comments