Rupiah Menguat ke Rp14.355 Didorong Sinyal Pemulihan Ekonomi




Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.355 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (9/7) pagi. Posisi tersebut menguat 0,38 persen dibandingkan perdagangan Rabu (8/7) sore di level Rp14.410 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura menguat 0,01 persen, dolar Taiwan menguat 0,05 persen, won Korea Selatan, menguat 0,13 persen dan peso Filipina menguat 0,13 persen.

Yuan China juga mengalami penguatan 0,15 persen, diikuti ringgit Malaysia yang menguat 0,16 persen dan baht Thailand menguat 0,04 persen.

Sementara pelemahan terjadi pada mata uang rupee India yang melemah 0,11 persen dan yen Jepang yang melemah 0,07 persen.

Adapun mayoritas mata uang di negara maju masih bergerak variatif terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,03 persen dan dolar Kanada melemah 0,01 persen. Sebaliknya dolar Australia menguat 0,04 persen dan franc Swiss menguat 0,05 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh potensi pemulihan ekonomi di tengah pandemi yang memberikan sentimen positif ke aset berisiko.

Beberapa data ekonomi yang dirilis pagi ini, kata Ariston, menunjukan adanya tanda-tanda pemulihan ekonomi.

"Seperti data pesanan mesin Jepang bulan Mei yang meningkat 1,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang menunjukkan penurunan, dan data Indeks Harga Konsumen dan Produsen China yoy untuk bulan Juni yang menunjukkan perbaikan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Pagi ini indeks saham Asia terlihat bergerak positif. Meski demikian, peningkatan laju penularan covid19 global masih akan membebani pergerakan aset berisiko.

"Rupiah berpotensi ikut menguat terhadap dollar AS, dengan kisaran Rp14.350-14.500," tandasnya.