Pengertian Perencanaan SDM





PENGERTIAN PERENCANAAN SDM 
Pada urutan kegiatan, perencanaan merupakan awal kegiatan. Fungsi yang lain akan bekerja setelah diberi arahan oleh bagian perencanaan. Secara umum, perencanaan merupakan proses penentuan tujuan organisasi (perusahaan) dan kemudian menyajikan dengan jelas strategi (program), taktik (cara melaksanakan program), dan operasi (tindakan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi (perusahaan). 

Pengertian perencanaan adalah proses dasar manajemen untuk menentukan tujuan dan langkah-langkah yang harus dilakukan agar tujuan dapat tercapai. Perencanaan memberikan informasi untuk mengkoordinasikan pekerjaan secara akurat dan efektif. Suatu rencana yang baik harus berdasarkan sasaran, bersifat sederhana, mempunyai standar, fleksibel, seimbang, dan menggunakan sumber-sumber yang tersedia dulu. Pengertian Perencanaan yang dikemukakan oleh beberapa ahli :

1. Pengertian Perencanaan 
Menurut Prof. Dr. H. Hadari Nawawi
  • Perencanaan adalah proses pemilihan dan penetapan tujuan, strategi, metode, anggaran, dan standar (tolok ukur) keberhasilan suatu kegiatan. 
  • Pengertian lain mengatakan bahwa “Perencanaan adalah proses memilih sejumlah kegiatan untuk ditetapkan sebagai keputusan tentang suatu pekerjaan yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan siapa yang melakukanya.” 
  • Pengertian berikutnya mengatakan bahwa Perencanaan adalah penerapan pengetahuan tepat guna secara sistematik, untuk mengontrol dan mengarahkan kecenderungan perwujudan masa depan yang diinginkan sebagai tujuan yang akan dicapai. 
2. Pengertian Perencanaan SDM 
Perencanaan (human resouces planning) adalah merencanakan tenaga kerja secara efektif serta efisien agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam membantu terwujudnya tujuan. Perencanaan dilakukan dengan menetapkan program kepegawaian. Program kepegawaian meliputi pengorganisasian, pengarahan, pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian karyawan. Program kepegawaian yang baik akan membantu membantu tercapainya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. 
  • Menurut Douglas: Perencanaan adalah suatu proses kontinu dari pengkajian, membuat tujuan dan sasaran, dan mengimplementasikan serta mengevaluasi atau mengontrolnya. 
  • Menurut Alexander: Perencanaan adalah memutuskan seberapa luas akan dilakukakan, bagaimana melakukannya, kapan melakukannya, dan siapa yang melakukannya. 
  • Menurut Steiner: Perencanaan adalah suatu proses memulai dengan sasaran-sasaran, batasan strategi, kebijakan, dan rencana detail untuk mencapainya, mencapai organisasi untuk menerapkan keputusan, dan termasuk tinjauan kinerja dan umpan balik terhadap pengenalan siklus 
  • Menurut Fisher Menurut Fisher , et al. (1990), perencanaan sumber daya merupakan suatu proses, di mana organisasi mengantisipasi kebutuhan karyawan di masa mendatang, dan programprogram untuk menjamin tersedianya karyawan secara tepat, baik jumlah maupun jenisnya ketika diperlukan. 
  • Menurut Ivancevich Menurut Ivancevich (1992), mendefinisikan dalam perencanaan sumber daya manusia sebagai berikut. Perencanaan sumber daya manusia adalah proses yang digunakan (oleh suatu organisasi) untuk menentukan jumlah dan tipe karyawan untuk di rekrut ke dalam organisasi, atau yang akan dihapus dari dalam organisasi. 
  • Menurut Torrington & Tan Chwee Huat : Perencanaan SDM merupakan kegiatan khusus yang berkaitan dengan penentuan kebutuhan SDM perusahaan, baik kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang. Dalam bentuk lebih operasional adalah kegiatan yang berkaitan dengan memprediksi atau memperkirakan seberapa banyak orang atau pegawai yang dibutuhkan untuk melakukan tugas tugas, baik jumlah maupun jenisnya, berapa yang akan tersedia dan apa yang akan dilakukan untuk memastikan bahwa penawaran sama dengan permintaan 
  • Menurut B. Werther dan Keith Davis Proses sistematis untuk meramalkan kebutuhan pegawai (demand) dan ketersediaan (supply) pada masa yang akan datang, baik jumlah. 
  • Pengertian PSDM, Menurut Byars dan Rue dalam buku MSDM sebagai dasar meraih keunggulan bersaing oleh Dra. Siti Al Fajar, M,Si & Drs. Tri Heru, M.Si, Penerbit Unit Penerbitan dan Peraturan STIM YKPN cetakan ke - 2, Tahun 2013 : halaman 2 : PSDM adalah desain aktifitas yang mencakup pengadaan dan pengkoordinasian Sumber Daya Manusia, sedangkan pengertian Sumber Daya Manusia menurut Jackson dan Seuler, adalah orang yang berbakat dan bersemangat tinggi ysng tersedia bagi organisasiorganisasi sebagai kontributor potensial untuk menciptakan dan merealisasi tujuan misi, serta visi organisasi. 
  • Pengertian PSDM menurut Dr. H. M. Yani., MM dalam bukunya MSMD. Penerbit Mitra Wacana Media Th.2012 halaman 39
  1. Andrew E. Sikula (1981:145) mengemukakan bahwa : “ Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaanya berinteraksi dengan rencana organisasi”. 
  2. George Milkovich dan Paul C. Nystrom (Dale Yoder, 1981:173) mendefinisikan bahwa “Perencanaan tenaga kerja adalah proses peramalan, pengembangan, pengimplementasikan dan pengontrolan yang menjamin perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawai secara benar, waktu yang tepat, yang secara otomatis lebih bermanfaat”. 
  3. Handoko (1997;53) Perencanaan Sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi permintaan-permintaan bisnis dan lingkungan pada organisasi di waktu yang akan datang dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi tersebut.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa perencanaan SDM : 
“Merupakan proses penentuan kebutuhan pegawai pada masa yang akan datang berdasarkan perubahan perubahan yang terjadi dan persediaan tenaga kerja yang ada”. 

C. Tugas Pokok Perencanaan 
1. Tugas Persiapan / Eksplanitif Menghimpun informasi atau data dengan mengidentifikasi kondisi bidang/aspek, mana yang akan dimasukan dalam perencanaan, mana yang akan di sempurnakan atau diganti dengan mengevaluasi, menganalisis statistik dengan SWOT (Strength / kekuatan, Weakness / kelemahan ,Oppurtinity / Kesempatan, Threat / Hambatan) 
2. Tugas Prediktif Kegiatan memprediksi suatu kondisi masa depan yang diinginkan berbeda dengan kondisi sekarang. Adanya perubahan, perbaikan, penyempurnaan dan bahkan mungkin mengganti kondisi masa sekarang yang dimiliki tidak sesuai lagi atau yang sifatnya kurang atau tidak menguntungkan lagi bagi organisasi/perusahaan. 
3. Tugas Kontrak Tujuan perencanaan SDM yang diwujudkan di masa depan dasarnya merupakan kontrak terhadap kondisi yang akan terjadi/di capai masa depan 

Esensi Perencanaan 
Dengan memperhatikan uraian-uraian di atas dapat disimpulkan bahwa esensi perencanaan mencakup empat substansi sebagai berikut :
  1. Perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan dengan memilah dan memilih program-program atau kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan kondisi masa depan yang diinginkan 
  2. Perencanaan adalah respon terhadap masalah atau kondisi masa kini (sekarang) yang belum atau tidak memuaskan, yang harus dirubah, diperbaiki, disempurnakan bahkan mungkin diganti dengan yang lebih memuaskan. 
  3. Perencanaan dirumuskan oleh manusia dan harus dilaksanakan oleh manusia sebagai sumber daya. Untuk itu setiap organisasi yang bergerak di bidang bisnis sangat perlu melaksanakan kegiatan Perencanaan SDM agar lingkunganya selalu tersedia sumber daya manusia yang mampu mempertahankan dan mengembangkan eksistensinya 
  4. Perencanaan SDM di lingkungan sebuah organisasi/perusahaan, harus menghasilkan SDM yang memiliki kemampuan melaksanakan ketiga tugas pokok perencanaan agar tidak terjadi pemborosan yang merugikan. 
D. Pengertian Sumber Daya Manusia 
1. Menurut Prof. Dr. H. Nadari Mawawi 
1.1 Pengertian SDM secara makro adalah semua manusia sebagai penduduk atau warga negara suatu negara atau dalam batas wilayah tertentu yang sudah memasuki usia angkatan kerja,baik yang sudah mauoun belum memperoleh pekerjaan (lapangan kerja). Disamping itu SDM secara makro berarti juga penduduk yang berada dalam usia produktif, meskipun karena berbagai sebab dan/atau masalah masih terdapat yang belum produktif karena belum memasuki lapangan kerja yang terdapat di masyarakatnya. 1.2 Secara Mikro 
SDM dalam arti mikro secara sederhana adalah manusia atau orang yang bekerja atau menjadi anggota suatu organisasi yang disebut personil, pegawai, karyawan, pekerja, tenaga kerja dll
1.3 Secara Khusus Sedang secara lebih khsusus SDM dalam arti mikro : 
  1. SDM adalah orang yang bekerja dan berfungsi sebagai aset organisasi/perusahaan yang dapat di hitung jumlahnya (kuantitatif). 
  2. SDM adalah potensi yang menjadi motor penggerak organisasi/perusahaan. Setiap SDM berbeda-beda potensinya, maka kontribusinya dalam bekerja untuk mengkonkritkan Rencana Operasional Bisnis menjadi kegiatan bisnis tidak sama satu dengan yang lain. 
  3. Manusia sebagai sumber daya adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan YME, sebagai penggerak organisasi/perusahaan berbeda dengan sumber daya lainya. 
2. Pengertian MSDM dalam bukunya MSDM Penerbit Universitas Terbuka catatan ke-6 halaman 1.18 
  • Menurut Fisher dan kawan-kawan (1990), manajemen sumber daya manusia meliputi keseluruhan keputusan dan praktik manajemen yang secara langsung berdampak atau mempengaruhi orang-orang yang bekerja untuk organisasi. 
  • Menurut Ivancevich (1992), manajemen sumber daya manusia adalah suatu fungsi yang dilaksanakan didalam organisasi yang mempermudah pemanfaatan karyawan yang paling efektif untuk mencapai tujuan organisasional dalam suatu organisasi. 
  • Menurut Dessler (2000), manajemen sumber daya manusia mengacu pada praktik dan kebijaksanaan yang diperlukan untuk melaksanakan aspek-aspek personalia dari jabatan
3. Sumber Daya Manusia menurut Dr. Eman Suherman, SE, M.Pd dalam bukunya Kiat Sukses Membangun SDM Indonesia, penerbit MFAB Bandung Th. 2012, hal.3. 

SDM (Ahmad Tohardi) menyimpulkan : 
Bahwa SDM adalah segala potensi yang ada pada manusia baik berupa akal pikiran, tenaga keterampilan, emosi dan sebagainya yang dapat digunakan baik untuk dirinya maupun untuk organisasi atau perusahaan.

Sehubungan dengan uraian diatas berarti Perencanaan SDM selain untuk memprediksi dan menetapkan jumlah (kuantitas) dan potensi (kualitas) SDM yang diperlukan sebuah organisasi/perusahaan, juga harus memperhitungkan kemampuan membayar upah/gaji dan pembiayaan (cost) SDM lainya. Prediksi itu dimaksudkan agar beban kerja bisnis secara efektif dan efisien.

Prediksi SDM untuk mengisi jabatan/pekerjaan yang kosong di masa depan dalam perencanaan SDM, harus memperhatikan juga perananya di lingkungan organisasi/perusahaan, yang dapat dibedakan sebagai berikut : 
1. Para Eksekutif sebagai pengendali 
SDM sebagai eksekutif adalah para manajer yang menempati berbagai jenjang jabatan struktural dari yang terendah sampai yang tertinggi pada lini produksi, pemasaran, keuangan, pengelola SDM dan unit penunjang lainya, para General Manager dan khusus TOP Manager pada organisasi/perusahaan cabang. Disamping itu termasuk juga para tenaga ahli senior sebagai pekerja fungsional dalam melaksanakan proses produksi yang berada dibawah kendali General Manager atau TOP Manager. Para eksekutif ini disebut se bagai para pengendali karena memiliki wewenang dalam membuat dan memerintahkan pelaksanaan keputusan dan kebijaksanaan organisasi/perusahaan, sesuai dengan jenjang jabatan dan bidang kerjanya masing-masing. 
2. Para Staf dan Tenaga Kerja Profesional/Ahli 
SDM ini merupakan tenaga kerja pembantu utama para eksekutif, yang bertugas memberikan informasi yang akurat sebagai masukan bagi para manager dalam mengambil keputusan dan membuat kebijaksanaan. Disamping itu juga bertugas menjabarkan keputusan atau kebijakan para pengendali agar dapat diwujudkan menjadi kerja yang kongkrit dan mengatur serta menetapkan cara bekerja dan penjadwalan kerja agar berlangsung secara efektif dan efisien. 
3. Para Pelaksana Ahli dan Pelaksana Teknis 
SDM ini terdiri dari tenaga profesioanl yang mengatur pelaksanaan pekerjaan dengan mempergunakan metode atau cara bekerja yang dinilai paling efektif dan efisien atau paling tinggi tingkat produktifitasnya dan paling handal dalam mewujudkan kualitas produk yang telah ditetapkan. Disamping itu tenaga ahli dan pelaksana teknis ini berfungsi pula sebagai pengawas dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari dan secara khusus diperanankan juga sebagai supervisor tingkat menengah bawah. Sedang pada tingkat bawah disebut sebagai para mandor yang mengatur secara langsung pekerjaan operasional para tenaga kerja tingkat bawah. 
4. Pelaksana operasional
SDM ini terdiri dari pelaksana pekerjaan dalam proses produksi, pemasaran (sales) dan pekerja ketatausahaan pada unit penunjang, yang bekerja atas dasar instruksi para manager dan/atau tenaga pelaksana ahli/profesional tingkat menengah bawah atau para mandor. Para pekerja ini harus memiliki keterampilan teknis sesuai dengan tuntutan kerja masing-masing.

E. Kesimpulan Pengertian Sumber Daya Manusia 
Dari kedua pengertian tersebut dapat diketengahan beberapa pengertian perencanaan SDM sebagai kesimpulan. Pengertian tersebut adalah sebagai berikut : 
1. Perencanaan SDM adalah proses mengantisipasi dan membuat ketentuan/persyaratan untuk mengatur arus gerakan tenaga kerja ke dalam (pekerja baru), di dalam (promosi, pindah dan demosi dan ke luar (pensiun, berhenti, dan diberhentikan) di lingkungan sebuah organisasi/perusahaan. (arthur W. Sherman dan George W. Bohlander ; 1992) Pengertian diatas menunjukkan bahwa di lingkungan sebuah organisasi/perusahaan diperlukan pembuatan keputusan dan/atau kebijaksanaan dalam bentuk peraturan atau persyaratan yang mengatur keberadaan SDM agar dapat melaksanakan volume dan beban kerjanya. 
2. Perencanaan SDM adalah rangkaian kegiatan peramalan (prediksi atau estimasi) kebutuhan atau permintaan (demand) tenaga kerja di masa depan pada sebuah organisasi/perusahaan, yang mencakup pendayagunaan SDM yang sudah ada dan pengaduan tenaga kerja baru yang dibutuhkan (G.Steiner) Dari pengertian diatas terlihat bahwa Perencanaan SDM merupakan proses menetapkan keputusan yang bersifat prediktif, yang hasilnya selalu berpeluang untuk keliru. Oleh karena itu perlu digunakan dan dikembangkan metode dan/atau teknik prediksi yang secara ilmiah memiliki tingkat keakuratan yang tinggi dan tingkat kekeliruan yang serendah-rendahnya. Sedang yang diprediksi adalah kebutuhan atau permintaan (demand) SDM agar dimasa depan dapat melaksanakan perencanaan bisnis sebuah organisasi/perusahaan secara efektif dan efisien.

Post a Comment

0 Comments