PERENCANAAN SDM SEBAGAI KEGIATAN MANAJEMEN SDM



Infoglobal.my.id - Perencanaan SDM adalah suatu proses yang dilakukan oleh para manajer atau top manajemen untuk menjamin bahwa mereka memiliki jumlah dan jenis orang yang tepat dan saat yang yang tepat di tempat yang tepat (right man in the right place and the right man in the right job) , yang mampu menyelesaikan sejumlah tugas yang dibebankan secara efektif dan efisien. Kegiatan Perencanaan SDM dapat diringkas menjadi 3 langkah, yaitu: 
1. Menilai SDM yang ada sekarang 
2. Menilai kebutuhan SDM di masa depan 
3. Menyusun program untuk memenuhi kebutuhan di masa depan tersebut. 

PERENCANAAN SDM SEBAGAI KEGIATAN MANAJEMEN SDM 
1. Mempertahankan dan mengembangkan eksistensinya memerlukan kegiatan Manajemen yang efektif dan efisien, baik dengan menterapkan Manajemen Fungsional, Manajemen Berorientasi tujuan (Management by Objective disingkat MBO), Manajemen Pengendalian Mutu Terpadu (Total Quality Management disingkat MBO), maupun Manajemen Strategik (Management Strategic). 
2. Pemberdayaan SDM termauk juga pemberdayaan para eksekutif dalam kerjasama dan koordinasi, baik antar sesama eksekutif maupun SDM lainnya. 
3. Kerjasama dan koordinasi tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan dan meningkatkan efisiensi pengimplementasian salah satu model manajemen yang telah dipilih agar tujuan organisasi/ perusahaan yang berpengaruh pada eksistensinya dapat diwujudkan. 
4. Kegiatan dan tujuan perencanaan SDM harus menunjang perwujudan kegiatan dan pencapaian tujuan Manajemen SDM, yang pada akhirnya harus menunjang pula terhadap pengimplementasian fungsi – fungsi manajemen untuk mencapai tujuan organisasi/ perusahaan secara efektif dan efisien. 
5. Perencanaan SDM hanya dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien apabila sebuah organisasi/ perusahaan memiliki perencanaan bisnis, terutama dalam bentuk Rencana Strategik (RENSTRA) dan Rencana Operasional (RENOP) yang realistik dan kompetitif. 
6. Manajemen SDM Memerlukan strategi, agar pendayagunaan SDM (Tenaga Kerja) untuk mencapai tujuan organisasi/ perusahaan berlangsung efektif dan efisien. Strategi Manajemen SDM memiliki lima komponen pokok yang terdiri dari Filsafat (Philoshopy), Kebijaksanaan (Policy), Program (Programe), Kegiatan (Practical) dan Proses (Process) Manajemen SDM, yang disebut 5 (Five). 
7. Filsafat Manajemen SDM adalah nilai – nilai yang dipedomani dalam berperilaku dan dijadikan dasar setiap pengambilan keputusan dan kebijaksanaan, baik mengenai kegiatan bisnis maupun dalam memperlakukan SDM dilingkungan sebuah organisasi/ perusahaan. 
8. Manajemen SDM termasuk juga perencanaan SDM hanya dapat dilaksanakan secara profesional, apabila filsafat dan kebijaksanaan dilingkungan suatu organisasi/ perusahaan didasari nilai – nilai otoriter, maka Manajemen dan Perencanaan SDM secara profesional sangat sulit untuk diwujudkan. Kondisi organisasi/ perusahaan yang menganut Filsafat, Kebijakan/ Kebijaksanaan dan akhirnya Budaya Otoriter masih sangat banyaj ditemui di Indonesia, terutama jika organisasi/ Perusahaan merupakan milik perseorangan dan/ atau keluarga. 
9. Nilai – nilai demokratis yang mendukung pelaksanaan Strategi Manajamen SDM dan kegiatan Perencanaan SDM profesional antara lain sebagai berikut : 
  • Menghargai perbedaan kemampuan pekerja SDM sebagai individu. 
  • Memberikan kesempatan yang sama dalam berprestasi melalui bidang kerja masingmasing. 
  • Memberikan peluang yang sama dalam pengembangan kemampuan kerja bagi setiap pekerja. 
  • Menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan bekerja sama berdasarkan prinsip saling meghargai kelebihan dan memahami kekurangan rekan kerja, dll. 
  • Memberikan perlakuan yang sama dalam pengembangan karier dan pengupahan, berdasarkan kontribusi yang terbaik dan persaingan yang fair. 
Beberapa program dalam Manajemen SDM yang demokratis antara lain Program Perbaikan Kualitas Kehidupan Kerja / Quality of Work Life (QWL) yang mencakup Program Mempartisipasikan Pekerja di bidangnya dan sesuai posisinya masing – masing, Program Penyelesaian Konflik yang terbuka, jujur dan tidak berpihak, Program Supervisi yang jujur dan obyektif, Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Program Pembinaan Hibungan Kerja, Program Pembinaan Disiplin Kerja dll

Post a Comment

0 Comments