World Bank, TaniHub, dan Microsoft Gelar Cultivhacktion Buat Cari Inovasi Sektor Pertanian





infoglobal.my.id - Indonesia memiliki potensi menjadi kekuatan utama pertanian dunia. Namun, ada sejumlah permasalahan yang masih ditemukan sehingga menghambat tercapainya potensi tersebut.  

Petani tidak memiliki informasi yang memadai terkait pola tanam, harga jual, kondisi pasar dan cuaca, hingga logistik. Keuntungan yang didapatkan pun tidak menentu karena tergantung dari jumlah komoditas.

Kecanggihan teknologi belum sepenuhnya digunakan dalam sektor pertanian. Penggunaan teknologi masih didominasi di daerah perkotaan.  

Diketahui pertanian berkontribusi terhadap 13 persen dari perekonomian di Indonesia dan menjadi sumber mata pencaharian bagi 33 juta petani. Selain itu, pertanian berperan penting untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat yang terus meningkat.

Bertepatan dengan Hari Tani Nasional, World Bank, TaniHub, Microsoft, dan institusi lainnya menyelenggarakan acara Cultivhacktion. Nama acara tersebut merupakan singkatan dari kata Cultivate (Membudidayakan), Hackathon (Acara Para Pegiat Teknologi), dan Action (Tindakan).

Cultivhacktion bertujuan untuk mengumpulkan berbagai solusi dari pihak-pihak yang memiliki inovasi teknologi dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani. Adapun solusi yang dicari dalam acara ini adalah solusi yang bersifat praktis sehingga bisa diterapkan oleh petani skala kecil untuk mempercepat penggunaan teknologi.

“Solusi-solusi ini juga akan digunakan oleh Bank Dunia dalam proyek yang akan segera dilaksanakan di Indonesia terkait pertanian. Bank Dunia sudah pernah melakukan hal seperti ini. Namun, baru kali ini kami melihat satu kegiatan di mana ada 10 partner terlibat dalam kegiatan tersebut,” papar Global Lead for Data-Driven Agriculture Bank Dunia Parmesh Shah dalam acara konferensi pers, Jumat (24/9/2021).

Post a Comment

0 Comments